Selasa, 15 Mei 2012

Sastra

Panggilan untuk Aku

  Tutur ayah katanya
  Dan aku duduk di sisi jendela
  Berjeruji dengan kain birunya
  Bersibak terang gelap
  Sambil bersiul udara di lengan
  Yang mencerca pada lembar
                 Terantuk ingin secangkir kopi
                 Sayang tertinggal kemarin sore
          Tatapku pada kipas
              Dalam pikirku  "kau lelah ? tak lagi hidup"
              Karena sudah sedari dulu, kursi ini begitu
              Merangkak tak ingin pulang
Terjebak di masalah yang kebetulan
Dengan sepatu tak hitam berjalan
Hendak tidur, tapi bukan
Karena terbangun lagi
Saat dalam lelah terdengar marah ayah
Dan tangisi marah itu
                          Lelah mata aku melotot
                          Namun tak kan pernah lagi tidur
                          Dalam dangkal atau tidak di pikir
                          Kecuali berkata orang baraka Allah

2 komentar: