Kamis, 03 Mei 2012

Sastra

Aku & Dia

Bukan aku yang lahir kemarin
Dan tak mau bercinta, cinta snag buaya
Mata yang mebelalak kesana kemari
Tak tahu hendak melihat
Laki-laki yang keparat !!
Lihat dengan mata hatimu
Bukan mata yang kau isi kotoranmu
Tak tahu malu !!
Satu persatu wanita kau cium
Kau jamah lekuk tubuhnya
BANGSAT !!!

Wahai adam..
Lihatlah bagaimana kita dicintai
Airmatanya berlinang
Hati mereka begitu lembut

Namun apa ?!!
Kita caci dengan sumpah serapah
Hina menghujam untuk siapa
Bukan mereka Hai Biadab !!

Tanyalah pada bangkai pagi tadi
Siapa ibu mu ?
Ibuku ??
Ibuku wanita
Dan istrimu juga wanita

Tuhan.. siapakah wanita ?
Iakah yang temaniku ?
Benarkah yang ku tangisi kesendiriannya
Dan ia genggam tanganku
Yang telah menengadah penuh lelah
Bibirnya tipis tersenyum
Padaku yang telah biadab

Tuhan ia maafkan aku
Peluk aku dalam mimpinya
Dan tertidur disisiku
Nafasnya hangat meniup bibir
Air mata yang masih basah
Ingin ku usap denagn tangan yang hina ini
Namun tak mungkin
Ia lari dari mimpi-mimpinya
Dan mencium bibirku dengan hangat
Yang disiang itu menghinanya
Aku peluk erat tubuhnya
Dan menangis dalam hangat ciumannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar