Air Terjun Belawan
AIR TERJUN BLAWAN
Air terjun Blawan terletak di desa Kalianyar Kecamatan Sempol, ±52 Km dari pusat Kota Bondowoso, Air terjun ini adalah hilir dari kali pahit rembesan Kawah Ijen yang penuh dengan kadar belerang serta dikelilingi oleh tumbuhan macadamia.
Selain air terjun blawan juga terdapat pemandian air panas yang juga termasuk di kawasan air terjun blawan. Ada beberapa fasilitas di sini antara lain: shelter dan hotel.
Air Terjun Polo Agung
AIR TERJUN POLO AGUNG
Air terjun polo ini terletak di desa sukorejo kecamatan sumber wringin, ±40 km sebelah timur Kota Bondowoso. Air terjun ini terletak di areal perkebunan milik masyarakat, ini adalah wisata yang yang baru dibuat dan dibangun pada tahun 2003 dan dikelola oleh Dinas Pariwisata Seni dan Budaya. Ketinggian air terjun ini, ±30m yang memiliki keindahan alami dan pemandangan yang indah. Juga terdapat lembah hijau yang tidak terlalu luas.
Air terjun ini dilengkapi pula oleh 3 buah shelter yang ditempatkan disekeliling lokasi. Para Wisatawan dapat mengunjuni tempat ini dengan menggunakan sarana transportasi umum, tetapi untuk mencapai lokasi air terjun harus berjalan kaki.
Air Terjun Tancak Kembar
AIR TERJUN TANCAK KEMBAR
Photo disamping diambil oleh salah satu kameramen luar negeri mungkin 7 tahun lalu, begitu mempesonanya salah satu kekayaan bondowoso in dimasa silam, banyak kala itu banyak sekali semua pihak yang mempublikasikan keindahan yancak kembar bondowoso ini, baik dimedia maupun pameran tak ketinggalan ketika karnaval 17 agustus banyak pihak yang ikut serta dengan mempublikasikan keindhan airterjuan kembar ini.
Wana wisata air terjun Tancak Kembar Andongsari yang terletak di Desa Andongsari Kecamatan Pakem sekitar 25 km arah barat dari kota Bondowoso. Tinggi tebing air terjun ini 77 m yang berhawa sejuk terdapat pada kawasan hutan lindung dengan ketinggian 900 m dpl. Pemanfaatan air terjun sampai saat ini tidak hanya untuk tempat rekreasi saja, akan tetapi untuk sarana irigasi, bahkan menurut masyarakat setempat, orang yang mandi disini dapat menambah awet muda. Lokasi obyek ini didukung oleh panorama alam yang indah dan menawan untuk dinikmati oleh pengunjung, serta didukung adanya pusat penelitian kopi arabica dan cacao seluas 180 Ha.
Bosamba Rafting
ARUNG JERAM BOSAMBA

Salah satu obyek yang termasuk dalam wisata minat khusus di Kabupaten Bondowoso adalah Arung Jeram. Obyek wisata yang tengah dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso ini menyajikan olah raga wisata dengan keindahan alam yang dilalui sepanjang perjalanan membuat daerah ini tidak hanya ingin dinikmati oleh masyarakat Bondowoso saja, akan tetapi para pecinta olah raga arum jeram dari daerah lain juga tidak ketinggalan untuk menikmatinya. Akses menuju tempat ini sangat mudah karena dapat di lewati oleh transportasi umum.





Pemandangan Arak-Arak
PEMANDANGAN ARAK – ARAK

Obyek wisata ini terletak di jalur antara Surabaya – Bondowoso, tepatnya di Desa Sumber Canting Kecamatan Wringin dengan ketinggian ± 345m Dpl. Wisatawan dapat menikmati udara segar serta dapat melihat panorama alam yang mempesona. Wisatawan dapat mengunjungi tempat ini dengan menggunakan transportasi umum.
Pemandian Tasnan
PEMANDANGAN ALAM TAMAN TASNAN
Taman Pemandian Tasnan terletak di desa Taman Kecamatan Grujugan tepatnya ± 8km dari Kota Bondowoso. Pemandian ini memiliki kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung serta mudah dikunjungi dengan menggunakan transportasi umum. Tempat ini juga dilengkapi dengan beberapa sarana antara lain shelter, ruang ganti, musholla, panggung hiburan dan taman tempat beristirahat.
Kawah Ijen
KAWAH IJEN
Kawah Ijen terletak di puncak Gunung Ijen yang merupakan salah satu dari rangkaian gunung berapi di Jawa Timur seperti Bromo, Semeru, dan Merapi. Gunung Ijen terletak di sebelah timur Gunung Merapi (di Jawa Timur juga terdapat gunung yang memiliki nama yang sama dengan gunung di Jawa Tengah yaitu Gunung Merapi). Kawasan Wisata Kawah Ijen atau Cagar Alam Taman Wisata Ijen terletak di wilayah Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi dan Kecamatan Klobang, Kabupaten Bondowoso.
Kawah Ijen terletak di ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut. Yang menarik adalah kawah ini terletak di tengah kaldera yang terluas di Pulau Jawa. Ukuran kaldera sekitar 20 kilometer. Ukuran kawahnya sendiri sekitar 960 meter x 600 meter dengan kedalaman 200 meter. Kawah ini terletak di kedalaman lebih dari 300 meter di bawah dinding kaldera.
Mengapa Kawah Ijen merupakan salah satu kawah paling asam terbesar di dunia? Tahukah Anda berapa derajat keasaman (pH) dari kawah ini? Kawah ini memiliki tingkat keasaman yang sangat tinggi yaitu mendekati nol sehingga bisa melarutkan tubuh manusia dengan cepat. Selain itu, suhu kawah yang mencapai 200 derajat celcius menambah takjub akan kawah yang sangat besar ini. Namun, dibalik angka-angka yang membuat rasa takut tersebut, ternyata kawah ini menyajikan pesona keindahan yang juga menakjubkan. Keindahan apa saja yang bisa Anda dapatkan di Kawah Ijen?
Pesona Keindahan Kawah Ijen
Kawah Ijen dari atas Gunung Ijen terlihat sangat indah. Kawah ini merupakan danau yang besar berwarna hijau kebiruan dengan kabut dan asap belerang yang sangat mempesona. Selain itu, udara dingin dengan suhu 10 derajat celcius, bahkan bisa mencapai suhu 2 derajat celcius, akan menambah sensasi tersendiri. Berbagai tanaman yang hanya ada di dataran tinggi juga dapat Anda temukan, seperti Bunga Edelweis dan Cemara Gunung.
Saat pagi hari, ketika matahari mulai menyinari kawasan Kawah Ijen, pemandangan yang indah dapat Anda nikmati. Kawah Ijen yang berwarna hijau kebiruan akan ditambah cahaya matahari yang berwarna keemasan memantul di kawah tersebut. Pemandangan menakjubkan juga dapat Anda peroleh dengan menyaksikan pesona keindahan Gunung Merapi yang berdekatan. Gunung Merapi memiliki kemiripan bentuk dengan Gunung Ijen. Saat yang paling tepat untuk menyaksikan keindahan Ijen adalah pada pagi hari.
Untuk menuju Kawah Ijen, Anda harus menyusuri jalan setapak menyusuri tebing kaldera. Jangan lupa membawa penutup hidup karena kadang asap belerang tertiup angin melewati jalur tersebut. Anda juga dapat mengelilingi kaldera di kawasan ini yang memakan waktu mencapai 8 hingga 10 jam berjalan kaki.
Penambang Belerang Tradisional
Salah satu yang menjadi perhatian pengunjung di kawasan Kawah Ijen adalah adanya penambang belerang tradisional. Mereka dengan berani mendekati danau untuk menggali belerang dengan peralatan sederhana lalu dipikul dengan keranjang.
Para penambang belerang ini mengambil belerang dari dasar kawah. Di sini asap cukup tebal, namun dengan peralatan penutup hidung sekadarnya seperti sarung, mereka tetap mencari lelehan belerang. Lelehan belerang didapat dari pipa yang menuju sumber gas vulkanik yang mengandung sulfur. Gas ini dialirkan melalui pipa lalu keluar dalam bentuk lelehan belerang berwarna merah. Setelah membeku belerang berwarna kuning.
Setelah belerang dipotong, para penambang akan memikulnya melalui jalan setapak. Beban yang dipikul cukup berat antara 80 hingga 100 kg. Para penambang sudah terbiasa memikul beban yang berat ini sambil menyusuri jalan setapak di tebing kaldera menuruni gunung sejauh 3 kilometer.
Menuju Kawah Ijen
Anda dapat mencapai Kawah Ijen melalui dua alternatif rute. Berikut ini rute yang sering digunakan oleh para pengunjung Kawah Ijen:
Rute ini lebih mudah dilalui karena kondisi jalan yang bagus dan relatif mulus. Rute ini dapat ditempuh dari Bondowoso, lalu menuju Wonosari, lalu ke Sempol dan akhirnya ke Patulding. Dari Patulding Anda tinggal berjalan kaki melewati jalan setapak dan tebing kaldera sejauh 2 kilometer menuju Kawah Ijen. Jarak tempuh melewati rute ini adalah 70 kilometer dengan pemandangan pohon kopi dan hutan pinus yang memesona.
Anda dapat menuju Bondowoso maupun Banyuwangi dengan transportasi umum dari Surabaya. Jarak dari Surabaya ke Bondowoso maupun Banyuwangi kurang lebih 200 kilometer. Untuk alasan keamanan, Kawah Ijen ditutup mulai pukul 14.00 karena intensitas asap belerang yang beracun meningkat setelah jam tersebut.
Kawah Ijen
Kawah Ijen merupakan salah satu pesona keindahan alam Indonesia. Banyak turis mancanegara dan turis lokal mengunjungi kawasan Ijen untuk menyaksikan pesona keindahan alam dan keunikan penambang belerang secara tradisional di Kawah Ijen. Anda tertarik untuk mengunjunginya pada liburan kali ini?
Kawasan Wisata Situs Megalithikum
Kawasan Wisata Situs Megalithikum




Sarkopage adalah salah satu dari situs megalitikum yang lebih dikenal dengan nama keranda yang dibuat dari batu atau sejenis batu cadas. Berbentuk lesung atau palung, tetapi ad tutupnya. Fungsinya sama dengan kuburan batu / dolmen. Sarkopage terdapat di beberapa desa : antara lain Desa Glinseran – Kecamatan Wringin. Tepatnya ±19 km kearah barat Kota Bondowoso.
Bondowoso – Wringin : 17 Km (MPU)
Wringin – Lokasi : 2 Km (ojek)














Kawah Ijen dari atas Gunung Ijen terlihat sangat indah. Kawah ini merupakan danau yang besar berwarna hijau kebiruan dengan kabut dan asap belerang yang sangat mempesona. Selain itu, udara dingin dengan suhu 10 derajat celcius, bahkan bisa mencapai suhu 2 derajat celcius, akan menambah sensasi tersendiri. Berbagai tanaman yang hanya ada di dataran tinggi juga dapat Anda temukan, seperti Bunga Edelweis dan Cemara Gunung.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar